Pages

Thursday, March 8, 2012

Cara Mengetahui Tagihan Listrik

Tahukan Anda bagaimana cara mengetahui tagihan listrik Anda? Mungkin anda selalu bertanya-tanya, mengapa tagihan listriknya banyak? Ada yang tagihan listriknya sedikit, tetapi ada juga yang banyak sekali. Perlu kita ketahui bahwa perhitungan tagihan listrik dihitung dari  banyaknya energi listrik yang kita pakai dalam 1 bulan. Energi listrik yang kita dihitung dari banyaknya daya listrik yang kita pakai dalam 1 bulan. Misalnya kita menggunakan peralatan listrik dengan daya 200 Watt, maka perkiraan energi listrik yang kita pakai adalah 200 watt x 24 jam x 31 hari dan hasillnya kira-kira 148.800 watt jam.

kWh adalah singkatan dari kilo watt hour (bahasa Inggris) yang berarti kilo watt jam. Jadi kalau 148.800 watt jam diubah ke kWh hasilnya adalah 148,8 kWh. Memang dalam 1 bulan ada bulan yang 30 hari, 28 hari atau 29 hari, begitu pula dengan pemakaian listrik kita, tentu saja cenderung tidak tetap. Hanya saja asumsi di ataslah yang dijadikan patokan dan kWh meter yang terpasang di rumah-rumah menghitung pemakaian energi listrik setiap detik.

Perhitungan Tagihan Listrik
Jika jumlah energi listrik yang kita pakai adalah 148,8 kWh, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:
  1. Jika daya yang terpasang di rumah anda adalah 450 watt (VA), maka perhitungannya adalah:
  2. Beban bulanan = Rp 10.000
    Blok I (0 s/d 30 kWh) : 30 x Rp 169 = Rp 5.070
    Blok II (31 s/d 60 kWh) : 30 x Rp 360 = Rp 10.800
    Blok III (61 kHw ke atas: 148,8 - 60 kWh = 88,8 kWh = 88,8 x Rp 495 = Rp 43.956
    Total = Beban Bulanan + Blok I + Blok II + Blok III = Rp 10.000 + Rp 5.070 + Rp 10.800 + Rp 43.956 = Rp 69.826,-
    Total tagihan listrik Anda = Rp 69.826,- + PPn 10% = Rp 69.826 + Rp 6.983 = Rp 76.808,7 = Rp 76.809,-
  3. Jika daya yang terpasang di rumah anda adalah 900 watt (VA), maka perhitungannya adalah:
  4. Beban bulanan = Rp 18.000
    Blok I (0 s/d 20 kWh) : 30 x Rp 275 = Rp 5.500
    Blok II (21 s/d 60 kWh) : 40 x Rp445 = Rp 17.800
    Blok III (61 kHw ke atas: 148,8 - 60 kWh = 88,8 kWh = 88,8 x Rp 495 = Rp 43.956 Total = Beban Bulanan + Blok I + Blok II + Blok III = Rp 18.000 + Rp 5.500 + Rp 17.800 + Rp 43.956 = Rp 85.256,-
    Total tagihan listrik Anda = Rp 85.256,- + PPn 10% = Rp 85.256 + Rp 8.526 = Rp 93.781,7 = Rp 93.782,-
  5. Untuk daya 1300 watt (VA), pelanggan diberlakukan pemakaian minimum, yakni dalam 1 bulan minimum pemakaian adalah 52 kWh senilai Rp 41.080 + PPn 10%,-. Jika tidak sampai 52 kWh, maka tagihannya tetap Rp 41.080 + PPb 10%, jika pemakaian lebih dari 52 kWh, maka energi yang terpakai dikalikan dengan Rp 790. Misalnya Energi yang terpakai adalah 148,8 kWh, maka tagihan listrik anda adalah 148,8 x Rp 790 + PPn 10%= Rp 117.552,- + Rp 11.756,- = Rp 129.307,-
  6. Untuk daya 2200 watt (VA), pemakaian minimum adalah 88 kWh, atau senilai Rp 69.960,- + PPN 10% (88 x Rp 795 + PPn 10%)
Simulasi perhitungan di atas berlaku untuk pelanggan rumah tangga, untuk info lainnya dapat menghubungi pln di nomor 123 (dari Telepon Rumah) atau (021)123 dari handphone.

Tagihan Listrik Mencurigakan
Mungkin anda bertanya-tanya akan pembayaran listrik anda yang terlalu banyak? Karena banyaknya tagihan listrik, sehingga terkadang Loket Pembayaran yang dipertanyakan/dipesalahkan akan tetapi yang sebenarnya harus dihubungi adalah PLN terdekat atau layanan telepon 123 atau (021) 123.

Bagaimanakah kita mengetahui berapa kWh yang kita pakai? Caranya adalah dalam bukti pembayaran baik melalui Bank/Kantor Pos atau Loket Pembayaran Resmi lainnya, besarnya kWh yang kita pakai dapat diketahui pada STAND METER yang tercetak pada bukti pembayaran tersebut. Perhatikan struk pembayaran listrik berikut:

Perhatikan bagian yang dilingkari pada gambar struk di atas dimana pada bagian stand meter tercatat 00071400 s/d 00079300. Jumlah kWh yang terpakai adalah 793 - 714 = 79 kWh. 

Bagaimana jika pemakaian listrik sedikit tetapi pembayaran banyak sekali? Misalnya anda hanya memakai kulkas dengan daya 100 watt dan lampu/penerangan sekitar 100 watt dan ternyata tagihan listrik anda sangat banyak dan anda mungkin tidak percaya dengan hal tersebut. Jika anda tidak yakin dengan tagihan listrik anda, anda dapat melakukan kalibrasi ulang meteran anda di Kantor Badan Metrologi di Kota Anda (hubungi Kantor PLN terdekat dahulu) akan tetapi biaya kalibrasi ditanggung sendiri oleh Anda. Namun Anda tidak perlu khawatir, anda dapat memastikannya sendiri normal tidaknya kWh meter yang ada di rumah anda. Caranya adalah pastikan bahwa di dalam rumah tidak ada listrik yang terpakai, pasang lampu pijar/peralatan lain yang dayanya 100 watt dan hidupkan selama 1 jam (100 watt x 1 jam = 100 watt jam atau 100 Wh yang sama dengan 0,1 kWh). Sebelum menghidupkan, catat dahulu kWh meter anda. Setelah 1 jam, lihat kembali kWh meter Anda, jika perubahannya adalah 0,1 kWh, berarti kWh meter Anda normal, jika perubahannya adalah 0,2 atau di atasnya maka segera hubungi Kantor PLN terdekat atau layanan online/telepon 123, katakan bahwa kWh meter Anda harus di tera ulang dan jika terbukti kWh meter tidak normal artinya kWh meter terlalu cepat, anda dapat menuntut pengembalian kelebihan pembayaran Anda yang tentunya sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku di negara kita.

Baca juga menganai Cara Cek Tagihan Listrik via SMS

2 komentar:

  1. kalau cara mengetahui pemakaian listrik yang sedang berjalan bagaimana ya ? tks

    ReplyDelete
  2. Angka 30 dan 40 pada perhitungan Blok I s/d III di atas Dari Mana datangnya mas ?

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar Anda. Jangan menyertakan url/nama domain dalam isi komentar. Komentar Anda sebaiknya berhubungan dengan artikel yang dibahas. Url/blog yang mengandung unsur pornografi, pornoaksi, obat-obatan/resep obat, perdagangan senjata api/tajam, yang berhubungan dengan download MP3/MP4/Video, atau url/blog/website yang melanggar serta yang melakukan SPAM termasuk blog/web yang membajak isi dalam website ini tanpa menyertakan url www.naskah.net akan dihapus.