Custom Search

Pages

Thursday, March 15, 2012

Mencegah Korupsi Dengan Pemilihan Umum Tanpa Kampanye

Diposkan oleh La Ode Amir Jaya
Di Indonesia, pemilihan umum dilaksanakan setiap 5 tahun. Pemilihan umum tahun 2009 diikuti sebanyak 48 Partai Politik baik partai politik nasional maupun partai politik lokal (di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam), untuk memilih anggota parlemen baik parlemen pusat, propinsi maupun parlemen kabupaten/kota. Selain parlemen, juga dipilih anggota Dewan Perwakilan Daerah yakni sebagai wakil dari 33 propinsi di Indonesia.

Begitu banyak anggota parlemen yang dipilih. Untuk parlemen propinsi saja, setidaknya lebih dari 30 kursi yang diperebutkan di 33 propinsi, untuk parlemen kabupaten/kota, 20 kursi bahkan lebih yang diperebutkan dari lebih kurang 600 kabupaten kota. Hal ini belum terhitung untuk parlemen pusat dan Dewan Perwakilan Daerah. Para calon baik partai maupun calon anggota parlemen, berlomba untuk mendapatkan suara yang banyak dengan berbagai cara, bahkan ada yang rela mengeluarkan uang yang banyak dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Padahal gaji anggota parlemen di Indonesia tidak begitu banyak, untuk kabupaten/kota propinsi saja bahkan gajinya tidak sampai 10 juta rupiah (< US $ 1,000), walaupun ada juga yang gajinya sekitar Rp 12.000.000,- (sekitar US $ 1,250). Kalau gaji sekitar Rp 12.000.000,- berarti selama 5 tahun menjabat akan memperoleh gaji sebanyak Rp 720.000.000,-. Kalau yang dana kampanyenya 1 miliar rupiah, tentu saja uang yang dikeluarkan selama kampanye tidak akan kembali selama 5 tahun, apalagi banyaknya permohonan sumbangan dari berbagai pihak, iuran partai, dan masih banyak lagi yang harus dikeluarkan oleh anggota dewan. Tentu saja hal ini dapat memicu adanya korupsi sebab gaji yang akan didapat tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan selama kampanye.

Bagaimana solusinya? Solusinya adalah pemilihan umum tanpa kampanye supaya partai dan calon anggota parlemen tidak perlu mengeluarkan uang bahkan tidak akan mengeluarkan uang sedikit pun. Bagaimana para calon anggota parlemen dan partai untuk memperkenalkan diri ke masyarakat kalau tidak perlu berkampanye? Tentu saja sosialisasi melalui Komisi Pemilihan Umum. Semua partai dan calon anggota parlemen dapat disosialisasikan melalui Komisi Pemilihan Umum, yakni melalui brosur-brosur yang dipasang di papan pengumuman desa, atau lainnya lengkap dengan biodata para calon. Kalau akan memperkenalkan diri kepada masyarakat secara langsung, tentu saja bisa sama tampil di atas panggung dengan memperkenalkan diri mereka atau cara lain yang terbaik menurut KPU yang difasilitasi oleh KPU yang pada akhirnya walaupun masyarakat biasa yang penting berpendidikan dapat menjadi anggota dewan/parlemen. Tidak mengeluarkan uang, tentu saja korupsi akan diminimalkan bahkan mungkin bisa dihilangkan. Wallahu A’lam.

G+

1 komentar:

Anonymous said...

Ide bagus, bisa dikaji lbh dalam

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar Anda. Jangan menyertakan url/nama domain dalam isi komentar. Komentar Anda sebaiknya berhubungan dengan artikel yang dibahas. Url/blog yang mengandung unsur pornografi, pornoaksi, obat-obatan/resep obat, perdagangan senjata api/tajam, yang berhubungan dengan download MP3/MP4/Video, atau url/blog/website yang melanggar serta yang melakukan SPAM termasuk blog/web yang membajak isi dalam website ini tanpa menyertakan url www.naskah.net akan dihapus.