Custom Search

Pages

Wednesday, May 23, 2012

Biaya Keterlambatan pada Tagihan PLN Sebaiknya Ditampilkan pada Struk Tagihan

Diposkan oleh La Ode Amir Jaya
Mungkin kita pernah membayar suatu ke tagihan ke suatu bank, kantor pos atau agen pembayaran lainnya seperti telepon, listrik PLN, internet Speedy, Telkomvision dan lain sebagainya. Tagihan yang kita bayar itu tentunya sesuai dengan pemakaian. Jika seseorang tidak membayar tagihan pada waktu yang ditentukan maka tentunya akan ada denda atau pemutusan sambungan sementara. Misalnya jika kita terlambat membayar tagihan telepon telkom maka telepon tersebut tidak dapat digunakan untuk sementara sampai kita membayar tagihan tersebut, pengguna TV berlangganan seperti telkomvision, dll jika tidak membayar biaya langganan maka siaran akan hilang dan lain sebagainya. Penulis tidak tahu pasti apakah tagihan Telkom akan dikenakan biaya keterlambatan jika terlambat membayar tagihan sebab penulis tidak memiliki fasilitas tersebut.

Lain halnya dengan tagihan listrik Pascabayar. Beberapa hal yang penulis temui di tempat penulis, jika pelanggan terlambat membayar tagihan PLN, maka pelanggan akan menerima surat pemutusan sementara dari PLN dan informasi jumlah biaya yang harus dibayar beserta biaya keterlambatan. Biasanya pembayaran tagihan yang penulis ketahui adalah dimulai dari tanggal 1 hingga tanggal 20 setiap bulannya, dan jika terlambat misalnya pelanggan nanti membayar tanggal 21, maka otomatis pelanggan tersebut akan dikenakan biaya keterlambatan yang jumlahnya bervariasi sesuai dengan golongan tarif yang digunakan, misalnya pelanggan rumah tanggal pada golongan tarif R1/900 VA akan dikenakan biaya keterlambatan sebesar Rp 3.000, R1/1300 VA dikenakan biaya keterlambatan sebesar Rp 5.000, dan lain sebagainya. Namun saat pelanggan membayar tagihan tersebut, dalam struk tagihan tidak tercantum biaya keterlambatan dimaksud namun sudah diakumulasikan ke tagihan.

Sebenarnya, masalah ditampilkan atau tidak, mungkin tidak ada masalah. Namun ada pelanggan yang tidak mengerti. Penulis adalah salah satu agen pembayaran online yang melayani pembayaran tagihan telepon, listrik dan lain-lain. Pernah pada suatu waktu, ada seorang pelanggan yang datang membayar tagihan PLN. Saat nomor pelanggannya saya masukkan, tagihannya tentu saja langsung muncul di layar program aplikasi loket tersebut dan saya menginformasikan ke pelanggan tersebut bahwa tagihan listriknya sekian jumlahnya. Karena uang yang dibawa tidak cukup, maka pembayarannya belum dapat saya proses dan pelanggan tersebut berjanji akan datang lagi. Namun si pelanggan tadi datang kembali setelah tanggal 20, kalau tidak salah waktu tanggal 22 dan membawa uang pas karena sebelumnya ia sudah mengetahui jumlah yang harus dia bayar, dan ternyata tagihannya bertambah Rp 3.000 (Tarif R1/900 VA). Si Pelanggan tadi bertanya kepada saya kok tagihannya bertambah katanya. Saya jelaskan ke pelanggan tersebut bahwa Anda dikenakan biaya keterlambatan Rp 3.000. Pembayarannya saya proses saja dan saya informasikan kepada pelanggan tadi agar nanti ditambah lain kali kalau sempat datang ke loket saya yang penting saya proseskan dulu pembayarannya. Akan tetapi saat struk dicetak, di struk tersebut tidak ada informasi biaya keterlambatan dan si pelanggan tadi bertanya lagi kepada saya, kok tidak ada dendanya ya? Saya jelaskan lagi bahwa denda sudah diakumulasikan ke tagihan dan pelanggan tersebut menerimanya dan mengerti.

Selain hal di atas, ada juga pelanggan yang datang membayar tagihan listrik tanggal 23, bahkan hampir akhir bulan bahkan lewat bulan. Saya sempat bertanya ke yang bersangkutan waktu datang membayar tagihan ke loket saya, kenapa tidak bayar sebelum tanggal 20 Pak? Si Pelanggan menjawab, kan tidak di denda juga kok, ini slip saya bulan lalu gak ada dendanya. Saya jelaskan tapi pelanggan tadi tapi kelihatannya tidak menanggapi dengan serius karena ia tahu bahwa ia tidak dikenakan biaya keterlambatan.

Dari beberapa contoh kasus di atas, sebaiknya PLN atau penyedia jasa lain jika mengenakan biaya keterlambatan, sebaiknya biaya keterlambatan tersebut ditampilkan pada tagihan pelanggan agar pelanggan rutin membayar tagihan dan tidak terlambat lagi membayar. Tidak dicantumkannya biaya keterlambatan (denda) pada tagihan PLN dapat mengakibatkan pelanggan membayar tagihan tidak tepat waktu sehingga akan merepotkan pegawai PLN untuk memberitahukan surat perintah pemutusan sementara kepada pelanggan. Daerah kami dengan PLN ranting sekitar 50 km, jarak dengan dengan PLN Sub Ranting sekitar 15 km, jika dalam 1 bulan hanya ada 2 orang yang terlambat membayar, lalu dari PLN ranting mengantarkan surat pemutusan sementara ke PLN Sub Ranting, setelah itu PLN Sub Ranting mengantarkannya lagi kepada pelanggan, berapa biaya yang harus dikeluarkan? Sedangkan biaya keterlambatannya hanya Rp 6.000 (2 pelanggan untuk tarif R1/900 VA). Olehnya itu sebaiknya pada tagihan listrik pelanggan jika ada biaya keterlambatan, harus dicantumkan di struk tersebut agar pelanggan mengetahui ternyata si pelanggan tadi dikenakan  biaya keterlambatan atau denda. Jika biaya keterlambatan tidak ditampilkan pada struk tagihan, bisa saja seorang pelanggan membayar tagihannya pada suatu tempat karena uangnya kurang, ia kembali lagi dan tagihan tersebut dibayar di lain waktu dan membayarnya di tempat lain lagi. Misalnya si Pelanggan membayar tagihan pada suatu bank dengan total tagihan + admin bank Rp 2.000 adalah Rp 51.500. Pelanggan tersebut uangnya kurang dan datang membayar di tempat lain pada hari  berikutnya tanggal 21, ternyata tagihannya bukan lagi Rp 51.500 (admin bank Rp 2.000 juga) tetapi Rp Rp 54.500, pasti akan timbul pertanyaan dalam hati si pelanggan kok beda ya?

Semoga artikel ini bermanfaat.

G+